Jumat, 23 Maret 2018

Sahabat surga

๐ŸŒด๐Ÿก *Ada Saatnya Aku dan Mungkin Engkau Akan Rindu Dengannya* ๐ŸŒด๐ŸŒด 〰๐Ÿ’ž〰๐Ÿ’ž〰๐Ÿ’ž〰๐Ÿ’ž〰๐Ÿ’ž〰๐Ÿ’ž〰 *Ada saatnya* nanti aku dan (mungkin) engkau akan rindu dengan teman-teman yang sering memberikan nasihat di atas kebenaran ketika di dunia.. ๐Ÿฆ‹๐Ÿฆ‹*Ada saatnya* nanti aku dan (mungkin) engkau akan faham bahwa apa yang sering dikatakan teman-teman kita sangat bermanfaat bagi kehidupan akhirat kita.. ๐Ÿ“ฑYang sering menyerukan: “Teman.. Kurangi selfie ya.... Jangan bermudah-mudahan pajang foto.." "Teman... batasi pergaulannya dengan yang bukan mahromnya ya..." Dan seabrek kecerewetan dia lainnya. ๐ŸŒนDia yang tidak pernah bosan ngasih info kajian.. Meski kadang ada yang sedikit sebal.. “Apa sih nih orang BC info kajian melulu..” (pas dikasih info masalah dunia lebih semangat) ๐Ÿ•ŒDia yang sering mengajak kita untuk semangat datang ke kajian sunnah ketimbang sekedar ngajakin jalan-jalan ke tempat wisata.. “Apa sih ngajak-ngajak orang.. Pergi aja sana sendiri..” ๐Ÿ•ŒDia yang sering bahas agama ketimbang berbicara hal-hal yang kurang bermanfaat dan sekedar cekikikan denganmu. Dan kita bilang ia tidak asyik... ๐Ÿ‡Dia yang sering ngajakin untuk berilmu sebelum beramal... yang ngajakin kita untuk beramal dengan bukan modal "katanya"... ๐ŸฟDia yang ngajakin kita untuk menjauhi hal-hal yang haram... ngajakin kita menjauhi amalan yang tidak sesuai syari'at... Meski kadang perkataannya tidak digubris,,diabaikan,, bahkan di dengar atau dibaca nasihatnya aja nggak.. Ada tulisan lihat judul udah males baca.. ๐ŸฏMungkin ada sebagian kita yang gerah,,malah,,jengkel dengan kecerewatan teman-teman kita.. Hampir tiap hari memberi nasihat tentang agama (sok alim lu).. Menganggap teman kita itu terlalu mencampuri urusan kita.. Terlalu merasa sok benar.. ๐ŸงKita lebih enjoy dan senang berteman dengan orang-orang yang 'terkesan' selalu meng'iya'kan ucapan dan perbuatan kita... Mungkin dia orang-orang yang kita anggap setia kawan... ๐ŸŒปKita lebih bahagia dan nyaman dengan orang-orang yang diam-diam (tapi menghanyutkan). Kita anggap dia sebaik-baiknya teman. Kita anggap sahabat sejati...best friend forever... Padahal secara tidak sadar justru teman yang kita anggap sok benar itu.. Teman yang kita anggap terlalu lebay menyampaikan kebenaran... ๐ŸTeman yang kita anggap sok mencampuri urusan orang lain... dia itu orang-orang yang bisa memberi manfaat bagi kehidupan kita... Yang engkau anggap asyik, ternyata nggak memberi manfaat sedikitpun untukmu. ๐Ÿ’Dia hanya sering menghabiskan waktu untuk berbicara masalah dunia, dan akhirat ala kadarnya, bahkan terlupakan. ๐Ÿฆ‹Dia yang sering mengalihkan ketika diajak berlomba-lomba dalam masalah akhirat.. Justru yang engkau anggap cerewet,, bebal,, ngga asyik dialah seharusnya yang engkau jadikan teman.. ๐Ÿฆ‹Yah.. sahabat itu bukan hanya tentang seberapa asyik dan selalu nyaman ketika engkau bersamanya.. Bukan tentang seberapa lama engkau berinteraksi dengannya (bukan tentang jarak dan waktu).. Tapi sahabat itu tentang siapa dia yang lebih sering condong mengingatkan kita kepada akhirat, tanpa melalaikan dunia. ๐Ÿ•Œ*Punya satu teman yang shalih*? Jangan kita sia-siakan.. *Itu jauh lebih baik ketimbang punya 10 teman tapi agama dan akhlaqnya yang buruk*.. ๐Ÿ’”Hati-hati dengan teman-teman yang terkesan diam-diam tapi menyesatkan.. ๐Ÿ’Karena ada saatnya nanti aku dan engkau akan sadar betapa berharganya mereka.. Ada saatnya nanti aku dan engkau merasa rindu dengan mereka.. Mereka yang di dunia yang sering diabaikan dan tidak digubris... ๐ŸŒชKapan? Ya ketika di akhirat... Ketika kita tidak bisa memutar kembali, untuk kembali ke dunia... Mungkin saat ini akhirat banyak dianggap sebagai cerita yang dilalaikan sebagian orang dan karena terlalu terlena dengan dunia yang diinginkan terus ada. ๐Ÿ•ŒTapi nanti, ya nanti... Kita akan sadar, bahwa akhirat adalah kenyataan yang mau tidak mau harus di hadapi. Sedangkan dunia hanya kenangan yang sama sekali tidak berbekas. Semoga aku dan engkau selalu di dekatkan dengan teman-teman yang sholeh. Semoga kita tidak salah, kemana memilih jalan akhirat kita.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar